soficita

Sabtu, 25 Agustus 2012

Buku Anak : Heneky & Apel Ajaib

Heneky & Apel Ajaib
Heneky & Apel Ajaib. Novel anak yang sangat menarik. Buktinya anak-anak pada ngantri mau pinjem.  Lalu berceloteh ini dan itu dengan berbinar-binar menceritakan kehebohan para Heneky.

Selamaaaaaaattt untuk penulisnya, Paman Petani. Bang Syamsul Asinar. Bukunya menghipnotis lho… sueeeeerrr, dan maaf baru sempat ngeriview. hehehe! #ehhh ajajajajajaja!

Buku ini di mulai dengan cerita tentang padang bunga putih, yang digambarkan oleh penulisnya laksana awan di angkasa atau seperti anak-anak domba yang berkerumun di padang. Langsung deh, saya kebawa lamunan. Berlari-lari penuh suka dan bergulingan bersama anak-anak, sepertinya empuk. hahahaha!

Muncul 5 Heneky. Apaan tuh Heneky? imajinasi paman petani emang keren buangeeet. Heneky adalah makhluk kurcaci yang tinggal di padang putih. Mereka adalah Bigo si Rambut Landak, Trotz si Pembaca buku, Lilo Makhluk Cerobong Asap, Chuk tukang masak yang Handal, dan terakhir adalah si Slip atau si Heneky tukang Tidur.

Biasanya, kalau membaca/mendengarkan sebuah dongeng, saya akan mencocokan karakter. Maksudnya mana nih yang mirip atau mendekati saya. lalu dianalisa, jeleknya tabiat nya atau betapa kerennya saya. Hahahaha! nggak usah di ulas semua akan tahu siapa yang miirip sama saya, siapa lagi kalau bukan si Slip!

Acungin jempol buat paman petani. Konflik-konflik yang terjadi dalam dongeng ini penuh kejutan. Satu-satunya sumber makanan Haneky adalah sebatang pohon buah Apel yang tiap hari berbuah 5 biji. Dan tiap hari pohon ini juga wajib di pangkas karena akan selalu bertambah tinggi dan tinggi dan yang pasti sangat bermasalah untuk sang kurcaci. Saat Kapak pemotong kayu itu hilang, apa yang terjadi. Seru sekali ceritanya. Makanya beli dong bukunya.

Yang menarik dalam buku ini buat saya:
1. Para Heneky itu semua pandai ciptain lagu. Yang ini menandakan betapa kreatifnya paman petani bukan?
2. “Hapello brappel!” yang berarti kami masuk, ada juga “gudappel” yang artinya sampai jumpa. Selain pandai bikin lagu, si paman petani juga pandai menciptakan kata-kata baru. Ahli bahasa ya? ajajajajaja!
3. Kue-kue satu rasa, resep dan kue bikinan Chuk  sangat variatif. Sampai-sampai saya punya pemikiran kayaknya paman petani ini selain hobi mencangkul sepertinya dia hebat juga di dapur. Mau dong nyicip masakannya. Ajajajajajajaja!
4. Betapa hebatnya “Buku”. Novel ini akan membuat anak-anak makin suka membaca buku. Si Manda dan Devi #soficita langsung berceloteh… untung si Trotz rajin baca buku deh, jadi punya solusi mengatasi masalahnya para kurcaci.
5. Rhapsonaldy. si Tokoh misterius anak manusia yang membawakan buku-buku. Jadi tak sabar menunggu buku paman petani selanjutnya tentang tokoh ini.
6. Ada ilmu petani. Mba Lina, aku jadi tahu juga tentang merunduk pada perkembangbiakan tumbuhan lho… kata Devi #soficita. Iya, soalnya berkat Trotz yang cerdas itu dia mempraktekan ilmu untuk memperbanyak pohon Apel dengan cara merunduk. Like This deh paman petani.
7. Endingnya juga kereeeeeeeen. Ajajajajajaja! Tak ada kata “akhirnya” dan melalui perdebatan yang heboh.

Pokoknya seru banget deeeeeeeeh novel ini. Asli banyak pengetahuan yang kita dapat. Anak-anak pasti suka soalnya udah terbukti pada anak-anak #soficita. Seharusnya banyak buku-buku yang begini nih untuk anak-anak Indonesia. Ditunggu seri Rhapsonaldy-nya!

Yang belom baca silahkan cari dan borong di book store! Okay?

Judul            : Heneky dan Apel Ajaib
Penulis         : Syamsul Asinar
Penerbit       : ANDI
Terbit          : Desember, 2011
Tebal           : 172 hal.
Harga          : Rp 32.500

NB: To Paman Petani, maap reviewnya telat. Karena telat lebih baik dari pada nggak sama sekali. #aslingeles hahaha!

Kaliurang, 1 Maret 2012
LinaSophy

Bermain itu Belajar

Ade Fira & Ade Hilda


(Fira 5 tahun, Hilda -4 Tahun)

Ade Fira bilang kalau besar nanti pengen jadi ibu guru. Hari ini mereka bermain kartu alfabet. Fira jadi gurunya.

F : Ini apa de?
H : Geleng-geleng.
F : Ikutin ya, ini A, untuk Apel
H : A, untuk Apel


Jadilah apa yang kalian mau. ^^

#soficita
Cilacap, Agustus 2012

Senin, 19 Maret 2012

Korupsi di Mata Anak-Anak

Biasanya, sebelum mulai belajar anak-anak #soficita akan bermain sesuka hati. Lalu, ketika semua sudah tenang dan bisa duduk manis, kita akan mulai berdiskusi. Dari cerita pengalaman berebut belut di sawah. Dengan sistem saling songkol (baca = sebelum belut masuk wadah masing-masing biarpun sudah di tangan masih bisa direbut), baju penuh lumpur. Oh, bukan hanya baju tapi dari ujung rambut. Menyenangkan. Atau pengalaman waktu sunat. Pengalaman malasnya mandi pagi, dan sebagainya.

Kemarin sore Nafis, Adit, Manda, Bagus, Devi, Marsya, dan Delpi duduk nyaman, ada yang bergelayutan di pundak. Tiduran bebas dilantai. Sibuk kipas-kipas karena udara yang panas. Kita memulai diskusi. Ada yang membuka dengan pertanyaan tentang apa itu korupsi? Tak perlu ku jawab. Dilemparkan saja pertanyaan itu pada mereka.
Jawaban beragam.
“Berarti dosa banget ya mbak koruptor itu?”
“Koruptor itu orang yang serakah”
“Jahat”
“Masa nggak di tangkap sama pak polisi”
“Kan kalau di TV yang korupsi para pejabat tinggi”
“Masa pak Presiden nggak berani?”
“Yang di korupsi itu uang untuk rakyat?”
“Untuk orang miskin? ya nanti tambah susah? kalau nggak bisa makan gimana?”
Pembahasan melebar sampai dengan hutan gundul karena penebangan liar.
“Yang nebang katanya orang-orang yang udah kaya ya mbak?”
“Ihh… pada jahat banget ya orang Indonesia”
“Mbak, bisa nggak nanti lama-lama Indonesia di jual juga sama koruptor?”
“Hah… kalau Indonesia di jual, nanti aku tinggal dimana?”
“Berarti kalau Indonesia di jual rakyatnya jadi pembantu semua ya mbak?”
Oke! Stop… Kalau sudah begini, mencoba dengan sungguh hati, menjelaskan apa dan bagaimana koruptor. Dan bagaimana semestinya menjadi anak-anak yang baik. Hipnotis mereka dengan cerita tokoh-tokoh yang hebat. Keyakinanku, bahwa anak-anak akan belajar dari tingkah laku orang dewasa. Mari, selalu belajar menjadi contoh anak-anak untuk kemajuan kita bersama.


Cilacap, Des 2011
Sophy